PT Mutiara Medika
Jl. Ciujung No. 19, Malang

Analisis dan Pembahasan Manajemen

(Management Discussion & Analysis)
Atas Laporan Keuangan RSIA Mutiara Bunda
Tahun Buku 2024 dan 2025
Disusun oleh
Direktur PT Mutiara Medika
Objek entitas usaha
RSIA Mutiara Bunda, Jl. Ciujung No. 19, Malang
Sumber data
Laporan Keuangan (Neraca, Laba Rugi, Detil Neraca) Tahun Buku 2024 & 2025 — disusun oleh Bagian Keuangan RSIA Mutiara Bunda
Tanggal laporan
Juli 2026
Sifat dokumen
Rahasia — untuk kalangan pemegang saham dan jajaran direksi

1. Ringkasan Eksekutif

Laporan ini disusun oleh Direktur PT Mutiara Medika berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2024 dan 2025 yang disusun oleh Bagian Keuangan RSIA Mutiara Bunda ("Mutbun"), sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pembahasan manajemen (management discussion & analysis) kepada Pemegang Saham. Laporan keuangan yang diberikan Mutbun memuat data neraca dan laba rugi bulanan tahun 2025, data pembanding tahun 2024, serta data pembanding tahun 2023 yang tercantum di dalam berkas laporan keuangan 2024.

RUGI BERSIH 2024
Rp 2,32 M
-24,2% dari pendapatan bersih
RUGI BERSIH 2025
Rp 1,17 M
-9,5% dari pendapatan bersih
PERBAIKAN RUGI
-49,3%
Rugi 2025 vs 2024

KAS AKHIR 2025
Rp 158 Jt
turun 88,6% dari 2023
RASIO LANCAR 2025
0,81x
2023 masih 2,95x
EKUITAS AKHIR 2025
Rp 3,90 M
turun 47,2% dari 2023

Kesimpulan utama:

Kerugian bersih tahun 2025 (Rp 1,17 miliar) memang lebih kecil dibanding tahun 2024 (Rp 2,32 miliar), dan penyebab langsungnya sesuai dengan yang disampaikan Bagian Keuangan: penurunan biaya gaji/jasa medis yang efektif berlaku mulai Juli 2025.
Namun demikian, pendapatan pelayanan inti (di luar pos jasa medis yang bersifat pass-through) justru terus menurun tiga tahun berturut-turut: Rp 9,00 miliar (2023) → Rp 8,25 miliar (2024) → Rp 7,29 miliar (2025), atau turun 11,6% hanya dalam satu tahun terakhir.
Perbaikan laba rugi tahun 2025 sebagian ditopang oleh langkah-langkah yang tidak berkelanjutan: penundaan pembayaran jasa dokter/asisten (naik 157,7%) dan penambahan pinjaman pribadi direksi kepada perusahaan (naik 715,1%), sementara posisi kas menyentuh titik terendah dalam tiga tahun terakhir.
Dengan kata lain, perbaikan di Laporan Laba Rugi belum sepenuhnya tercermin sebagai perbaikan kesehatan keuangan riil (arus kas dan likuiditas) perusahaan.

2. Dasar dan Ruang Lingkup Analisis

Analisis ini disusun berdasarkan tiga berkas laporan keuangan yang diserahkan Bagian Keuangan Mutbun untuk masing-masing tahun buku: (1) Neraca, (2) Laporan Laba Rugi, dan (3) Detil Neraca (rincian piutang, aktiva tetap, dan hutang). Data tahun 2025 tersedia secara bulanan (Januari–Desember), sedangkan data tahun 2024 dan 2023 tersedia dalam bentuk komparasi tahunan.

Perlu digarisbawahi bahwa yang diserahkan Bagian Keuangan adalah laporan keuangan (financial statements) — dokumen yang bersifat faktual dan historis. Isi Bab 3 sampai Bab 7 dokumen ini adalah analisis dan pembahasan manajemen (Management Discussion & Analysis/MD&A) atas data tersebut, sedangkan Bab 8 memuat rekomendasi tindak lanjut yang diusulkan Direktur PT kepada Direktur Mutbun untuk dilaksanakan.

Keterbatasan Data
Data historis yang tersedia hanya mencakup 3 tahun buku (2023–2025). Klaim "rugi selama 10 tahun terakhir" tidak dapat diverifikasi secara kuantitatif dalam laporan ini karena laporan keuangan tahun 2015–2022 tidak diserahkan — lihat Bab 7 mengenai data tambahan yang diperlukan.
Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) resmi tidak termasuk dalam berkas yang diserahkan; pergerakan kas pada laporan ini disimpulkan dari selisih saldo Neraca antar-periode, bukan dari laporan arus kas langsung.

3. Ikhtisar Kinerja Keuangan 2023–2025

Tabel berikut merangkum performa laba rugi selama tiga tahun buku terakhir, sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan Mutbun.

Uraian202320242025
Pendapatan Pelayanan BersihRp 10.346.916.572Rp 9.583.874.616Rp 12.357.031.093
Beban Pokok PelayananRp 9.065.088.823Rp 9.425.256.339Rp 11.356.418.013
Laba/(Rugi) KotorRp 1.281.827.748Rp 158.618.277Rp 1.000.613.079
Beban UsahaRp 2.423.504.302Rp 2.517.948.881Rp 2.213.027.331
Laba/(Rugi) Usaha-Rp 1.141.676.553-Rp 2.359.330.603-Rp 1.212.414.252
Pendapatan/(Beban) Lain-lainRp 94.971.910Rp 43.707.285Rp 38.818.586
Laba/(Rugi) Bersih-Rp 1.046.704.643-Rp 2.315.623.318-Rp 1.173.595.665
Marjin Laba Bersih-10.1%-24.2%-9.5%

Catatan: angka "Pendapatan Pelayanan Bersih" tahun 2024 dan 2025 tidak sepenuhnya dapat diperbandingkan apple-to-apple dengan tahun 2023 karena adanya perubahan cara pencatatan pos jasa medis dokter — dijelaskan pada Bab 4.

Catatan Kehati-hatian: Dua Versi Angka Pendapatan 2024
Angka "Pendapatan Pelayanan Bersih" dan "Beban Pokok Pelayanan" tahun 2024 pada tabel di atas (Rp9,58 miliar dan Rp9,43 miliar) diambil dari laporan keuangan tahun buku 2024 yang diserahkan Bagian Keuangan untuk tahun tersebut.
Namun, berkas laporan keuangan tahun buku 2025 menyajikan ulang angka pembanding 2024 dengan nilai yang berbeda: Pendapatan Rp14,01 miliar dan Beban Pokok Rp13,85 miliar — lebih tinggi Rp4,42 miliar dari kedua sisi secara berimbang.
Laba Kotor, Laba Usaha, dan Laba Bersih tahun 2024 IDENTIK di kedua berkas (Rp158,6 juta; -Rp2,36 miliar; -Rp2,32 miliar) — sehingga seluruh kesimpulan laba/rugi di laporan ini tidak terpengaruh oleh perbedaan ini. Yang berbeda murni cara penyajian pos Pendapatan dan Beban Pokok secara kotor (gross) di tahun pembanding.
Direktur PT merekomendasikan Bagian Keuangan mengklarifikasi versi mana yang menjadi acuan resmi untuk pendapatan 2024, agar analisis tren pendapatan antar-tahun ke depan tidak menimbulkan salah tafsir.

4. Analisis Pendapatan

4.1 Perubahan cara pencatatan pos jasa medis

Mulai tahun buku 2024, pos "Pendapatan HR Dokter, Asisten, dan Bidan Perujuk" mulai dicatat secara gross (kotor) — dana yang diterima RS untuk diteruskan ke dokter/asisten dicatat sekaligus sebagai pendapatan dan sebagai beban dalam jumlah yang sama (Rp 3,86 miliar di 2024, Rp 4,09 miliar di 2025). Pada tahun 2023 pos ini praktis tidak tercatat gross. Karena nilainya berimbang di sisi pendapatan maupun beban, perubahan ini tidak memengaruhi angka laba/rugi — namun membuat angka "total pendapatan" tahun 2024–2025 tampak lebih besar dibanding 2023 secara semu, dan menyulitkan analisis tren pendapatan bila hanya melihat angka total.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kinerja layanan inti rumah sakit, Direktur PT menyusun ulang pendapatan dengan mengeluarkan pos jasa medis pass-through tersebut, sebagai berikut:

Segmen Pendapatan Inti202320242025
Pendapatan Perawatan (rawat inap per kelas)Rp 3.557.671.515Rp 3.300.913.901Rp 3.039.526.753
Pendapatan Alat MedisRp 290.577.320Rp 246.421.900Rp 221.305.991
Pendapatan Obat, Laborat, Vaksinasi, dll.Rp 5.149.464.205Rp 4.705.322.775Rp 4.032.888.266
Jumlah Pendapatan IntiRp 8.997.713.040Rp 8.252.658.576Rp 7.293.721.010
Pertumbuhan (YoY)--8.3%-11.6%

4.2 Interpretasi

Pendapatan pelayanan inti menurun konsisten selama tiga tahun berturut-turut, dengan laju penurunan yang justru semakin cepat: -8,3% pada 2024, kemudian -11,6% pada 2025.
Penurunan terbesar terjadi pada pos obat, laborat, dan vaksinasi (turun Rp 672 juta atau -14,3% pada 2025), diikuti pendapatan perawatan/rawat inap (turun Rp 261 juta atau -7,9%).
Laporan keuangan yang diserahkan tidak memuat data volume pasien (jumlah kunjungan rawat inap/rawat jalan, Bed Occupancy Rate, jumlah persalinan), sehingga Direktur PT belum dapat memastikan apakah penurunan ini disebabkan oleh turunnya jumlah pasien, pergeseran bauran kelas kamar/layanan, penurunan tarif, atau kombinasi ketiganya — lihat Bab 7.
Data ini penting untuk didalami karena menunjukkan bahwa akar masalah keuangan Mutbun bukan semata soal struktur biaya, melainkan juga soal permintaan/pendapatan pelayanan yang menyusut.

5. Analisis Beban dan Penyebab Berkurangnya Kerugian 2025

5.1 Titik balik operasional: sebelum dan sesudah Juli 2025

Data laba rugi bulanan tahun 2025 menunjukkan bahwa perbaikan kinerja terjadi secara tajam dan bertepatan dengan bulan penurunan gaji karyawan (efektif Juli 2025):

PeriodeLaba/(Rugi) Usaha
Januari – Juni 2025 (sebelum penurunan gaji)-Rp 1.316.867.593
Juli – Desember 2025 (setelah penurunan gaji)Rp 104.453.341
Total Tahun 2025-Rp 1.212.414.252

Laba/rugi usaha berbalik dari kerugian besar pada semester I 2025 menjadi hampir impas (bahkan sedikit positif) pada semester II 2025 — periode yang bertepatan dengan berlakunya penurunan komponen gaji dan tunjangan karyawan. Ini mengonfirmasi keterangan Bagian Keuangan bahwa penurunan gaji adalah penyebab utama membaiknya laba rugi usaha.

5.2 Rincian pemotongan komponen gaji (Januari–Juni vs Juli–Desember 2025)

Komponen BiayaRata-2/Bulan Jan-JunRata-2/Bulan Jul-DesPenurunan
Biaya Gaji Jasa Medis (Perawatan)Rp 244.577.079Rp 169.474.395-30.7%
Biaya Tunjangan & Insentif (Perawatan)Rp 58.906.792Rp 1.889.744-96.8%
Biaya Gaji (Administrasi/Umum)Rp 77.784.806Rp 51.041.832-34.4%
Tunjangan & Insentif Karyawan (Adm.)Rp 17.137.417Rp 1.065.385-93.8%

Pemotongan tidak seragam di semua komponen — sebagian pos (gaji pokok) dipotong sekitar 30–34%, sementara pos tunjangan/insentif dipotong drastis hingga lebih dari 90%. Secara keseluruhan hal ini konsisten dengan keterangan bahwa nominal gaji "diturunkan hingga separuh" untuk sebagian komponen kompensasi karyawan.

5.3 Anomali dan hal yang perlu dicermati pada pos beban

Temuan yang Memerlukan Perhatian
Selisih Stok Obat-Obatan sebesar Rp 746,6 juta tercatat sebagai beban pada tahun 2024 (tidak ada di 2023). Ini adalah nilai kekurangan/selisih fisik persediaan obat yang cukup besar untuk RS seukuran Mutbun, dan berpotensi mengindikasikan kelemahan pengendalian internal atas persediaan.
Pada tahun 2025, seluruh pos "Selisih Stok" (obat, alat medis, laborat, dll.) tercatat nihil (Rp 0). Mengingat besarnya selisih tahun sebelumnya, angka nol ini perlu dipastikan apakah karena stock opname/rekonsiliasi fisik memang telah dilakukan dan hasilnya nihil, atau karena rekonsiliasi belum/tidak dilakukan pada tahun 2025.
Pos "Biaya HR Dokter, Asisten, dan Bidan Perujuk (RI)" senilai Rp 4,09 miliar untuk seluruh tahun 2025 dibukukan sekaligus pada bulan Desember 2025 (bulan lain tercatat Rp 0 atau bahkan minus/koreksi). Pencatatan lump-sum di akhir tahun seperti ini membuat laporan bulanan Januari–November tidak mencerminkan beban jasa medis yang sesungguhnya sedang terjadi, dan meningkatkan risiko salah saji pada laporan interim.

6. Posisi Keuangan (Neraca): Sinyal Tekanan Likuiditas

Sementara Laporan Laba Rugi menunjukkan perbaikan pada 2025, posisi Neraca menunjukkan arah yang berlawanan: kas menipis, kewajiban jangka pendek melonjak, dan ekuitas terus tergerus.

Uraian31 Des 202331 Des 202431 Des 2025
Kas dan Setara KasRp 1.384.994.751Rp 204.345.564Rp 157.781.667
Total Aset LancarRp 3.833.766.190Rp 2.352.792.530Rp 2.327.279.092
Total AsetRp 8.692.644.493Rp 6.726.536.471Rp 6.785.301.404
Kewajiban Jangka PendekRp 1.298.743.786Rp 1.648.259.081Rp 2.880.619.679
Jumlah EkuitasRp 7.393.900.707Rp 5.078.277.389Rp 3.904.681.724
Rasio Lancar (Current Ratio)2,95x1,43x0,81x
Rasio Kas (Cash Ratio)106,6%12,4%5,5%
Ekuitas / Total Aset85,1%75,5%57,5%

6.1 Dua penopang di balik perbaikan laba rugi 2025

Penelusuran atas rincian hutang pada Neraca menunjukkan bahwa sebagian arus kas yang seharusnya keluar untuk membayar kewajiban tahun 2025 justru ditahan atau digantikan oleh suntikan dana pribadi direksi:

Pos Kewajiban31 Des 202431 Des 2025Kenaikan
Hutang Direksi (pinjaman pribadi direksi ke perusahaan)Rp 100.000.000Rp 815.107.359715.1%
Hutang Jasa HR Dokter + Asisten yang belum dibayarRp 522.508.087Rp 1.346.670.915157.7%

Rincian Hutang Direksi menunjukkan tambahan pinjaman dr. Flora sebesar Rp 205,8 juta sepanjang 2025 (saldo naik dari Rp 500 juta menjadi Rp 705,8 juta), ditambah saldo tetap pinjaman dr. Himawan Rp 109,3 juta.

Kesimpulan Direktur PT
Perbaikan Laba/Rugi Bersih 2025 dibanding 2024 (membaik Rp 1,14 miliar) sebagian nyata berasal dari efisiensi biaya gaji, namun sebagian juga bersumber dari penundaan pembayaran kewajiban kepada tenaga medis (naik Rp 824 juta) dan pinjaman pribadi direksi (naik Rp 715 juta) — bukan dari perbaikan struktural arus kas operasional.
Bila kewajiban kepada dokter/asisten yang tertunda tersebut harus dibayarkan dan pinjaman direksi harus dikembalikan, maka posisi kas Mutbun yang sudah berada di titik Rp 157,8 juta pada akhir 2025 akan berada dalam tekanan yang signifikan.
Rasio lancar yang turun ke 0,81x berarti aset lancar Mutbun kini lebih kecil dari kewajiban jangka pendeknya — sebuah sinyal peringatan dini atas kemampuan membayar kewajiban dalam 12 bulan ke depan.

7. Data Tambahan yang Diperlukan untuk Analisis Lebih Lanjut

Direktur PT dapat menyusun analisis dan rekomendasi yang lebih tajam apabila Bagian Keuangan/Manajemen Mutbun dapat melengkapi data berikut. Ketiadaan data ini pada laporan yang telah diserahkan tidak mengubah kesimpulan di atas, namun membatasi kedalaman analisis pada beberapa area:

Data yang DiperlukanBentuk DataKegunaan untuk Analisis
Data volume & operasional pasienJumlah kunjungan rawat inap/jalan, Bed Occupancy Rate (BOR), Length of Stay (LOS), dan jumlah persalinan per bulan.Memastikan apakah penurunan pendapatan inti disebabkan oleh turunnya volume pasien, pergeseran bauran layanan, atau penurunan tarif efektif.
Laporan Arus Kas resmiLaporan Arus Kas (operasi, investasi, pendanaan) tahun 2024 dan 2025.Memvalidasi analisis arus kas pada Bab 6 yang saat ini disusun dari selisih saldo Neraca, serta memisahkan arus kas operasi dari arus kas pendanaan (termasuk pinjaman direksi).
Data historis 2015–2022Laporan Laba Rugi dan Neraca tahun-tahun sebelum 2023.Memverifikasi secara kuantitatif klaim bahwa Mutbun merugi selama 10 tahun terakhir, dan mengidentifikasi pola/tren jangka panjang.
Aging piutangUmur piutang usaha per kategori (BPJS, asuransi, pasien umum, rawat inap) per 31 Desember 2025.Menilai risiko piutang tak tertagih; piutang usaha naik dari Rp 1,52 miliar (2024) menjadi Rp 1,85 miliar (2025).
Proyeksi arus kas ke depanProyeksi arus kas bulanan minimal 6-12 bulan ke depan (2026).Mengukur kecukupan kas mengingat saldo kas akhir 2025 hanya Rp 157,8 juta.
Perjanjian pinjaman direksiDokumen/perjanjian tertulis atas pinjaman direksi (bunga, jangka waktu, jaminan, jadwal pengembalian).Menilai kewajaran transaksi pihak berelasi dan kepatuhan tata kelola perusahaan.
Investigasi selisih stok obat 2024Hasil investigasi atas selisih stok obat-obatan Rp 746,6 juta, dan status stock opname 2025.Memastikan pengendalian internal atas persediaan memadai dan tidak berulang.
RKAP / anggaranRencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2024 dan 2025 untuk pembanding realisasi vs rencana.Menilai kinerja manajemen terhadap target yang telah disepakati, bukan hanya terhadap tahun sebelumnya.

8. Rekomendasi Direktur PT kepada Direktur Mutbun

Berdasarkan analisis di atas, Direktur PT Mutiara Medika mengusulkan langkah-langkah berikut untuk dilaksanakan oleh Direktur Mutbun:

8.1 Prioritas Segera (0–3 bulan)

Susun proyeksi arus kas bulanan minimal untuk 12 bulan ke depan sebagai alat pemantauan likuiditas, mengingat kas per akhir 2025 hanya cukup untuk kebutuhan operasional dalam hitungan hari.
Formalkan pinjaman direksi (dr. Himawan dan dr. Flora) dalam perjanjian tertulis yang mengatur bunga, jangka waktu, dan jadwal pengembalian, demi kepatuhan tata kelola dan kejelasan status dana tersebut di pembukuan.
Susun rencana pembayaran bertahap atas hutang jasa HR dokter dan asisten yang tertunda (saat ini Rp 1,35 miliar), untuk menjaga hubungan dan retensi tenaga medis mitra.

8.2 Prioritas Jangka Menengah (3–12 bulan)

Lakukan kajian penyebab penurunan pendapatan pelayanan inti (volume pasien, bauran kelas kamar, tarif, dan daya saing terhadap RS/klinik pesaing di sekitar Malang) sebagai dasar strategi pemulihan pendapatan.
Percepat penagihan piutang usaha, khususnya piutang rawat inap dan BPJS, dengan menyusun laporan aging piutang rutin bulanan.
Investigasi tuntas selisih stok obat-obatan tahun 2024 dan pastikan stock opname persediaan dilakukan secara berkala dan terdokumentasi pada 2025 dan seterusnya.
Standarkan pencatatan biaya dan pendapatan jasa HR dokter secara akrual bulanan, bukan dibukukan sekaligus di akhir tahun, agar laporan bulanan mencerminkan kondisi riil dan memudahkan deteksi dini masalah.

8.3 Prioritas Strategis (di atas 12 bulan)

Susun rencana keberlanjutan struktur biaya jangka panjang yang tidak semata bertumpu pada penurunan kompensasi karyawan/mitra medis, mengingat risiko penurunan tersebut terhadap retensi staf dan kualitas layanan.
Pertimbangkan opsi tambahan modal dari Pemegang Saham (misalnya melalui setoran modal tambahan) apabila tekanan likuiditas berlanjut, mengingat ekuitas dan kas telah tergerus tiga tahun berturut-turut.
Jadikan laporan ini sebagai dasar penyusunan RKAP tahun 2026 yang memuat target pemulihan pendapatan inti, bukan sekadar target pengendalian biaya.

9. Penutup

Demikian Analisis dan Pembahasan Manajemen ini disusun oleh Direktur PT Mutiara Medika berdasarkan laporan keuangan RSIA Mutiara Bunda tahun buku 2024 dan 2025 yang disusun oleh Bagian Keuangan Mutbun, untuk disampaikan kepada Pemegang Saham sebagai bahan pengambilan keputusan, serta menjadi dasar arahan tindak lanjut kepada Direktur Mutbun.

Malang, Juli 2026

Direktur

PT Mutiara Medika